
MTsN 7 Kota Padang, Humas – Di tengah hiruk-pikuk pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) Tahun Pelajaran 2025/2026, sebuah pemandangan menyentuh hati terlihat di lingkungan MTsN 7 Kota Padang. Pihak madrasah menunjukkan komitmen luar biasa dengan tetap memfasilitasi hak pendidikan salah satu siswanya yang tengah berjuang melawan penyakit kanker.
Ulul Azmi, siswa kelas IX.5 kini dalam kondisi yang mengharuskannya menjalani istirahat total (bedrest). Penyakit yang dideritanya membuat ia tidak mampu bergerak dan hanya bisa terbaring di tempat tidur. Namun, semangatnya untuk menyelesaikan pendidikan tingkat menengah tidak lantas padam.
Demi memastikan siswa tersebut tetap bisa mengikuti ujian akhir, pihak madrasah menerapkan sistem “jemput bola”. Setiap hari, selama pelaksanaan ujian berlangsung, soal-soal ujian diantarkan langsung ke rumah siswa yang bersangkutan. Tugas mulia ini dilaksanakan oleh wali kelas dan wakil kepala bidang kesiswaan (Wakasis) serta guru atau pegawai yang berkesempatan ikut. Mereka datang dengan membawa naskah ujian dan lembar jawaban, sembari memberikan motivasi moral bagi siswa dan keluarganya.
“Kami tidak ingin ada satu pun siswa yang kehilangan kesempatan untuk lulus hanya karena kendala kesehatan. Selagi siswa yang bersangkutan menyatakan siap dan mampu mengerjakan meski dalam kondisi terbaring, kami akan dukung sepenuhnya,” ujar wali kelasnya, Finna Afrilenny
“Pendidikan adalah hak setiap anak, dalam kondisi apa pun. Kami di MTsN 7 Kota Padang berkomitmen bahwa tidak boleh ada siswa yang tertinggal. Kepada ananda yang sedang berjuang melawan sakit, kami semua bangga akan semangatmu. Fokuslah pada kesembuhanmu, biarkan kami yang mengantarkan ‘jembatan’ masa depan itu ke rumahmu.” ungkapnya.
Kepala MTsN 7 Kota Padang memberikan apresiasi tinggi kepada tim kesiswaan dan wali kelas yang telah bekerja ekstra. Beliau menyampaikan pesan mendalam terkait kondisi salah satu anak didiknya tersebut.
Beliau juga mengajak seluruh keluarga besar madrasah, mulai dari guru hingga sesama siswa, untuk menyisipkan doa di setiap sujud agar rekan mereka segera diberikan kesembuhan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. Langkah humanis yang dilakukan oleh MTsN 7 Kota Padang ini menjadi bukti bahwa madrasah bukan sekadar tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga lembaga yang menjunjung tinggi nilai-nilai empati dan kemanusiaan. (KF)












Leave a Reply