
MTsN 7 Kota Padang (Humas) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padang melalui Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah (GTK) sukses menyelenggarakan forum “NGOPI” (Ngobrol Pendidikan Islam) di Hotel Truntum Padang, 15 Oktober 2025. Kegiatan ini secara khusus membahas dua pilar utama: Moderasi Beragama dan Pengembangan Madrasah Menuju Indonesia Emas 2045. Kepala MTsN 7 Kota Padang, Marliwis, beserta wakil sarana dan prasarana Hendra Yeni dan guru mapel sejarah kebudayaan islam Santi Dewi, turut berpartisipasi aktif dalam dialog yang dibuka resmi oleh Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Martin Kustati.
Kepala Kemenag Kota Padang, Edy Oktafiandi, dalam paparannya, menegaskan bahwa implementasi Asta Protas Kementerian Agama merupakan fondasi krusial bagi pengembangan sistem pendidikan madrasah.
“Asta Protas menjadi panduan kita, mulai dari peningkatan kualitas guru, digitalisasi administrasi, hingga penguatan moderasi beragama di lingkungan pendidikan,” ujar Edy, menekankan pentingnya komitmen ini untuk mencapai visi nasional.
Seminar yang dikemas santai ini menghadirkan jajaran narasumber kunci:
- Hendri Panidias (Kabid Penmad Kanwil Kemenag Sumbar) memfokuskan materi pada pentingnya Moderasi Beragama sebagai nilai inti madrasah.
- Triana Puspasari dari Bundo Kandung Sumatera Barat memberikan perspektif unik tentang Peran Bundo Kandung dalam Dunia Pendidikan, mengaitkan pendidikan formal dengan kearifan lokal.
- Anggota Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni, menutup sesi dengan materi inspiratif bertajuk Generasi Emas 2025, yang memperkuat optimisme terhadap masa depan madrasah.
Marliwis, Kepala MTsN 7 Kota Padang, menyambut baik inisiatif forum “Ngopi” ini. Ia menilai kegiatan ini sangat strategis sebagai ajang kolaborasi dan perluasan wawasan bagi pimpinan madrasah.
“Forum ini sangat bermanfaat dalam memperkuat komitmen kita untuk menghadirkan madrasah yang unggul, ramah, dan terintegrasi sesuai Asta Protas menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Marliwis. Dengan suksesnya “Ngopi,” diharapkan visi besar pengembangan madrasah dan semangat moderasi beragama semakin mengakar kuat, menjadikan madrasah sebagai pusat pembentukan karakter bangsa yang unggul dan berakhlak mulia. (KF)










Leave a Reply