
MTsN 7 Kota Padang (Humas) – Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Bungus Teluk Kabung mengintensifkan persiapan menjelang pelaksanaan Drill Tsunami Tingkat Kota Padang yang dijadwalkan serentak pada 5 November 2025. Kali ini, KSB menyelenggarakan sosialisasi kesiapsiagaan di lingkungan pendidikan, bertempat di MTsN 7 Kota Padang, sebagai salah satu lokasi strategis untuk pelatihan evakuasi mandiri.
Sosialisasi yang diketuai oleh Heni Hendriani ini, dihadiri oleh aparat kelurahan, tenaga pendidik dan kependidikan, serta siswa-siswi yang menjadi peserta inti dalam latihan besar nanti. Kegiatan ini bertujuan untuk menyinkronkan prosedur evakuasi, mematangkan jalur penyelamatan, dan memastikan seluruh elemen madrasah memahami peran masing-masing saat simulasi bencana gempa bumi berpotensi tsunami.
Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala MTsN 7 Kota Padang, Marliwis menyambut baik inisiatif KSB dan menegaskan komitmen madrasah dalam mendukung program ketahanan bencana. “Kami menyambut baik dan siap sepenuhnya menjadi bagian dari suksesnya Tsunami Drill 5 November. Bagi kami, keselamatan siswa dan guru adalah prioritas utama. Sosialisasi ini adalah bekal berharga, memastikan seluruh civitas akademika MTsN 7 Kota Padang siap, tanggap, dan mampu melakukan evakuasi secara mandiri dan teratur saat sirine bencana berbunyi nanti. Pendidikan kebencanaan adalah bagian integral dari proses belajar-mengajar,” kata Kepala Madrasah.
Sementara itu Lurah Bungus Barat, Afridon yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, madrasah, dan seulurh aspek masyarakat dalam membangun budaya sadar bencana. “Wilayah kita berada di zona rawan. Oleh karena itu, kesiapsiagaan bukanlah pilihan, melainkan kewajiban bersama. Kami mengapresiasi MTsN 7 Kota Padang yang telah menjadi bagian dalam kegiatan ini. Semoga setelah sosialisasi ini, seluruh warga sekolah tidak hanya tahu cara menyelamatkan diri, tetapi juga mampu menjadi agen penyebar informasi kebencanaan di tengah masyarakat,” ujar Lurah dalam sambutannya.
Materi yang disampaikan Heni dalam sosialisasi mencakup simulasi skenario gempa dan tsunami, penentuan dan validasi titik kumpul (assembly point) di lingkungan madrasah, serta teknik penyelamatan diri yang benar, termasuk gerakan drop, cover, and hold on. Para peserta juga dilatih untuk melakukan evaluasi cepat terhadap bangunan madrasah dan memastikan semua jalur evakuasi bebas dari hambatan. Drill Tsunami Tingkat Kota Padang pada 5 November 2025 mendatang melibatkan TNI, POLRI dan ratusan ribu warga di delapan kecamatan pesisir Kota Padang, pada pukul 10.00 WIB serentak sirene dibunyikan dan segala aktifitas dihentikan sementara. (KF/AN)










Leave a Reply